Ulama tasawuf di zamannya dan kitab karangan nya


Mengenal Ulama Tasawuf Terkenal dan Kitab-Kitab Karangannya


Tasawuf atau sufisme merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Islam yang memfokuskan pada pembersihan jiwa, pendekatan diri kepada Allah, dan pencapaian kedamaian batin. Ilmu tasawuf banyak dikembangkan oleh ulama-ulama besar yang hidup pada berbagai periode dalam sejarah Islam. Mereka tidak hanya dikenal karena pengajaran dan pemikiran mereka yang mendalam, tetapi juga karena kitab-kitab karangan mereka yang hingga kini masih menjadi rujukan bagi para pelajar dan pencari spiritualitas Islam. Artikel ini akan membahas beberapa ulama tasawuf terkenal di zamannya beserta kitab-kitab karya mereka.

1. Al-Ghazali (1058–1111 M)






Imam Al-Ghazali, yang nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali, adalah salah satu ulama tasawuf paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Lahir di Tus, Persia, Al-Ghazali dikenal sebagai seorang teolog, filosof, dan sufi yang sangat mendalam dalam memahami aspek-aspek batiniah dalam Islam. Pemikirannya berhasil menghubungkan syariat dan hakikat dalam Islam, yang sebelumnya dianggap sebagai dua hal yang bertentangan.

Karya Terkenal: Ihya' Ulum al-Din

Karya paling monumental Al-Ghazali adalah Ihya' Ulum al-Din atau Menghidupkan Ilmu-ilmu Agama. Kitab ini terdiri dari empat bagian yang mencakup berbagai topik, termasuk ibadah, etika, akhlak, dan adab. Al-Ghazali mencoba menjelaskan bagaimana seseorang dapat mencapai kedekatan dengan Allah melalui amal ibadah yang benar serta menjaga hati dari sifat-sifat tercela. Ihya' adalah salah satu kitab yang menjadi rujukan utama dalam kajian tasawuf dan akhlak Islam hingga kini.

Selain Ihya', Al-Ghazali juga menulis Mishkat al-Anwar (Cahaya dari Cahaya) yang membahas aspek metafisika cahaya dalam Islam dan hubungan manusia dengan Allah melalui pemahaman tasawuf yang mendalam.

2. Ibn Arabi (1165–1240 M)



Muhyiddin Ibn Arabi, atau sering dikenal sebagai "Syaikhul Akbar" (Guru Besar), adalah seorang ulama sufi Andalusia yang terkenal dengan gagasan-gagasannya yang mendalam dalam filsafat dan tasawuf. Ibn Arabi dilahirkan di Murcia, Spanyol, dan menjadi salah satu ulama yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran filsafat dan tasawuf yang mendalam serta kompleks.

Karya Terkenal: Al-Futuhat al-Makkiyah

Salah satu kitab terbesar Ibn Arabi adalah Al-Futuhat al-Makkiyah (Pembukaan-pembukaan Mekkah), yang merupakan ensiklopedia tasawuf yang sangat mendalam. Kitab ini terdiri dari berbagai topik seperti kosmologi, metafisika, dan pengetahuan tentang rahasia alam semesta. Ibn Arabi menjelaskan konsep “Wahdatul Wujud” atau “Kesatuan Eksistensi,” di mana ia menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah manifestasi dari satu eksistensi yaitu Allah. Meskipun pemikiran ini kontroversial, banyak ahli tasawuf yang mengagumi kedalaman pandangan Ibn Arabi dalam menggali esensi ketuhanan.

Kitab lainnya yang terkenal adalah Fushus al-Hikam (Permata-permata Hikmah), yang membahas konsep-konsep ketuhanan melalui kisah-kisah para nabi dan mengajak pembaca untuk memahami hubungan antara manusia dan Tuhan dengan cara yang mendalam.

3. Jalaluddin Rumi (1207–1273 M)


Jalaluddin Rumi, yang nama lengkapnya adalah Maulana Jalaluddin Muhammad Balkhi, adalah seorang penyair, ulama, dan sufi yang berasal dari Balkh (Afghanistan) dan kemudian pindah ke Konya (Turki). Rumi dikenal karena puisi-puisinya yang indah dan penuh makna spiritual. Selain sebagai seorang sufi, Rumi juga merupakan pengajar dan pemikir yang sangat berpengaruh.

Karya Terkenal: Masnavi

Karya paling terkenal Rumi adalah Masnavi, sebuah kumpulan puisi epik yang dianggap sebagai salah satu karya sastra tasawuf terbesar dalam sejarah. Masnavi berisi cerita-cerita yang mengandung nasihat dan panduan spiritual. Dalam setiap cerita, Rumi mengajarkan nilai-nilai cinta, kesabaran, kebijaksanaan, dan pengorbanan. Masnavi telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan hingga kini dianggap sebagai salah satu kitab utama dalam kajian tasawuf, terutama di wilayah Persia dan Turki.

Selain Masnavi, Rumi juga menulis Diwan-e Shams-e Tabrizi, kumpulan puisi yang didedikasikan untuk gurunya, Shamsuddin Tabrizi. Kitab ini berisi ungkapan cinta Rumi terhadap Tuhan, yang ia peroleh melalui hubungan spiritualnya dengan gurunya.

4. Abu Hasan al-Syadzili (1196–1258 M)




Abu Hasan al-Syadzili adalah pendiri tarekat Syadziliyah, salah satu tarekat sufi terkenal. Al-Syadzili lahir di Maroko dan kemudian belajar di Tunisia sebelum akhirnya menyebarkan ajaran sufi di Mesir. Al-Syadzili dikenal karena pendekatannya yang menekankan pada kehidupan praktis tanpa mengabaikan kehidupan spiritual.

Karya Terkenal: Hizb al-Bahr

Meskipun tidak banyak karya tulis yang disusun langsung oleh Al-Syadzili, beberapa doa dan zikir yang diajarkannya dikumpulkan oleh para pengikutnya. Salah satu karya terkenal adalah Hizb al-Bahr (Doa Laut), yang merupakan kumpulan doa dan zikir yang sangat populer di kalangan pengikut tarekat Syadziliyah. Hizb al-Bahr sering digunakan oleh para sufi untuk meminta perlindungan, keberkahan, dan kedekatan dengan Allah. Al-Syadzili menekankan pentingnya zikir dan doa sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

5. Imam Junaid al-Baghdadi (830–910 M)



Imam Junaid al-Baghdadi adalah seorang ulama besar yang dianggap sebagai salah satu perintis tasawuf "sunni" atau ortodoks. Junaid dikenal karena ajaran-ajarannya yang menekankan keseimbangan antara syariat dan tasawuf. Berbeda dengan beberapa ulama tasawuf lain yang cenderung filosofis, Junaid lebih memilih pendekatan yang sederhana dan praktis.

Karya Terkenal: Risalah al-Qushayriyah

Kitab ini sebenarnya disusun oleh murid Junaid, Abu al-Qasim al-Qushayri, tetapi banyak berisi ajaran-ajaran Junaid dan ulama tasawuf lainnya. Risalah al-Qushayriyah menjelaskan berbagai maqam atau tingkatan spiritual yang harus dilalui seorang sufi untuk mencapai kedekatan dengan Allah. Kitab ini menjadi salah satu rujukan penting dalam studi tasawuf, terutama di dunia Arab.



Kesimpulan

Para ulama tasawuf telah meninggalkan warisan yang luar biasa melalui karya-karya mereka yang mendalam dan bernilai tinggi. Melalui kitab-kitab mereka, kita dapat belajar banyak tentang kedalaman spiritualitas Islam dan memahami bagaimana mendekatkan diri kepada Allah melalui ilmu tasawuf. Kitab-kitab seperti Ihya' Ulum al-Din, Al-Futuhat al-Makkiyah, Masnavi, Hizb al-Bahr, dan Risalah al-Qushayriyah adalah beberapa dari sekian banyak karya tasawuf yang menjadi bukti kebesaran pemikiran ulama-ulama terdahulu. Dengan memahami dan menghayati ajaran-ajaran mereka, kita bisa lebih mengenal perjalanan spiritual dalam Islam, yang tidak hanya mengajarkan ibadah lahiriah, tetapi juga bagaimana membersihkan jiwa dan mengarahkan hati kita kepada Allah.




Artikel ini mencakup beberapa tokoh sufi terkemuka beserta karya-karya mereka yang mengandung hikmah dan pelajaran mendalam tentang tasawuf. Semoga artikel ini membantu menambah pemahaman tentang tasawuf dan inspirasi dari kehidupan para ulama sufi.

SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 #type=(blogger):

Post a Comment